Apa itu Teknik Cetak Tinggi (Cukil/Xylography) ?

Oleh: Dennis Rahardian, UNJ

Sekilas Tentang Teknik Cetak Tinggi

  • Teknik cetak merupakan bagian dari seni rupa yang sering disebut sebagai seni grafis. Terdapat beberapa teknik cetak manual dalam seni grafis, antara lain teknik cetak tinggi atau teknik cukil, teknik intaglio, teknik etsa, teknik cetak saring atau disebut pula teknik sablon.
  • Cetak tinggi sendiri dikenal dengan beberapa variasi, antara lain cukil pada permukaan kayu (woodcut), cukil pada permukaan linoleum (linocut) dan cukil pada permukaan logam (metalcut).
  • Di Asia terutama di Cina dan Korea cetak mencetak sudah dikenal sekitar kurang lebih 1000 tahun yang lalu.
  • Metode cetak mencetak ditemukan oleh Johannes Gutenberg di Mainz, Jerman, pada tahun 1440.
  • Di Indonesia, seni cukil dikenal sejak masa perjuangan. Media cukil kayu menjadi pilihan utama dalam memproduksi poster-poster perjuangan dan selebaran propaganda.

cukil 1

Bahan dan Alat

1. Plat/acuan cukil  | 2. Pisau cukil |  3. Pensil  |  4. Roll karet

5. Kaca  |  6. Kape  |  7. Barren  |  8. Tinta Cetak  | 9. Kain Perca

 

Cukil 2

 

Membuat Karya Cetak Tinggi

Secara proses, membuat karya cetak tinggi adalah untuk mendapatkan bagian positif (permukan yang timbul) dan negatif (permukaan yang cekung). Bagian negatif yang dihasilkan oleh cukilan tidak terkena warna, sebaliknya bagian positif yang tidak tercukil terkena warna.

Bagian yang timbul akan diberi tinta dengan menggunakan roller, kemudian dicetak ke permukaan bidang cetak. Teknik cetak ini bertolak belakang dengan teknik cetak intaglio dan etsa (etching) yang justru bagian yang tergores menampung tinta yang kemudian dicetakkan pada kertas.

 

Cukil 3

  1. Menggambar sketsa pada papan acuan (kayu/ lino)
  2. Mulai mencukil pada papan acuan
  3. Ratakan tinta menggunakan roll di atas papan keramik/ kaca
  4. pindahkan tinta tersebut ke permukaan papan acuan dengan roll karet, ulangi sampai merata ke seluruh permukaan papan.
  5. Letakkan plat atau acuan cetak di atas selembar kertas yang bersih yang berfungsi sebagai alas kerja.
  6. Kemudian tempelkan kertas yang akan dicetak di atas plat atau acuan cetak.
  7. (gerakan menggosok tidak harus kencang, lebih pada penekanan agar tinta dapat turun)
  8. Angkat kertas, lalu keringkan.

 

Comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *