PASSION PLAYGROUND FESTIVAL

PASSION PLAYGROUND FESTIVAL

Sumber inspirasi itu banyak. Ada banyak banget webinar dan workshop untuk karir. Dari pada ribet daftar sana-sini, mending ikut:

🎢 PASSION PLAYGROUND FESTIVAL 🎡
31 Juli – 15 Agustus 2021
sebuah festival karir terbesar online dengan lebih dari 200 pembicara dan 70 sesi! 😱 🤯 Tapi gak usah bingung! Dapatkan rekomendasi dan kurasi sesi sesuai passionmu!

Dapatkan informasi, cari inspirasi, dan temukan passion dari berbagai macam industri (multinasional, start-up & pemerintahan) dan mahasiswa berprestasi dari universitas terkemuka.

Tunggu apa lagi? Daftar ke Passion Playground passionplayground.vooya.id
Yuk persiapkan diri untuk masa depan! Catat tanggalnya, daftarkan dirimu sekarang, dan jadi bagian dari generasi #GengKejarPassion through #PassionPlayground21!
Biar gak ketinggalan info-info penting, langsung follow @passion_playground dan @thevooyager untuk informasi lebih lanjut.

Terus Berjuang Indonesia

Terus Berjuang Indonesia

Sahabat WEWO, terima kasih telah setia bersama WEWO selama 7 tahun terakhir, merayakan kreatifitas tanpa batas dan semangat kemandirian. Semua itu juga tidak lepas dari para tutor WEWO yang telah memberikan berbagai ilmu praktis dan juga persahabatan.

Segenap manajemen Wewo Kinarya Bangsa (Weekend Workshop), memohon doa dari sahabat semua untuk kesembuhan para tutor WEWO yang saat ini sedang berjuang melawan Covid-19 baik di rumah maupun rumah sakit. Semoga semuanya lekas pulih, Indonesia cepat sehat, dan kita bisa berkarya bersama lagi. Amin.

Jangan menyerah, Indonesia. Pertebal imunitas, selalu terapkan 5M. Kita pasti bisa melalui ini bersama.

#pejuangnegatif #LawanCovid19

WEWO Meriahkan Perayaan HUT Toys Kingdom ke 11

WEWO Meriahkan Perayaan HUT Toys Kingdom ke 11

WEWO Meriahkan Perayaan HUT Toys Kingdom ke 11

WEWO turut merayakan keseruan ulang tahun Toys Kingdom yang ke-11 secara online. Ada banyak exclusive goodie bag, doorprize, dan Playcreation with Playdoh bersama @wewocraft

Info kerjasama Corporate event, CSR, Supporting Event, Private Workshop silakan email ke: info@wewocraft.com

#AyoBikinSendiri #WEWO #toyskingdom #creatingsmiles #11yearsofcreatingsmiles #creatingsmilestkd2021 #birthdaybash #virtualbirthdayparty

WEWO hadir di TOKIDOKI Summer Fiesta!

WEWO hadir di TOKIDOKI Summer Fiesta!

The long-awaited tokidoki showcase is finally coming this summer! You will love the summer vibes with tokidoki characters at Mall of Indonesia, from taking Instagrammable snaps to doing fun activities at Summer Fiesta!

TOKIDOKI SUMMER FIESTA
11 June – 25 July 2021 ☀️⛱

@tokidokibrand Showcase
Photo Art Installation
tokidoki Retail Merchandise
Welcome Party | Sat,12 June 2021
Virtual Meet & Greet with Simone Legno (CCO of tokidoki)
tokidoki’s Exclusive Preview Collaboration feat Indonesia’s top Influencers
Summer Musical Performance by @jaksical
tokidoki’s Creative Workshop by @wewocraft

 

Get Rewarded When You Shop!
Win Mask, Pouch and PVC Bag tokidoki’s special edition by spending a minimum of Rp500.000 at all tenants of Mall of Indonesia

tokidoki Photo Contest
Win shopping vouchers worth a total of Rp6.000.000

For more info, check and follow our Instagram @mallofindonesia @wewocraft @tokidokibrand

#moi #mallofindonesia #moixtokidoki #tokidokisummerfiesta #moisummerfiesta #eventjakarta #summerfestival #tokidoki #AyoBikin Sendiri #WEWO

Cerita dari Lembang : Inovasi Budidaya Lele Bersih untuk Pangan Sehat

Cerita dari Lembang : Inovasi Budidaya Lele Bersih untuk Pangan Sehat

Penulis: Rahma Wulandari

Trainer Kontributor: Norman Yachya

Upaya setiap ibu untuk menyediakan pangan sehat untuk keluarga datang dengan banyak cara. Salah satunya, Desi Natalia asal Bengkayang, Kalimantan Barat yang membudidayakan lele untuk konsumsi keluarga. Tahun 2019, Desi mulai mencoba budidaya lele di samping rumahnya. Dengan niat baik untuk menyediakan lele yang bersih dan sehat untuk konsumsi keluarga, Desi memilih untuk hanya menggunakan pakan lele yang dibeli di pasaran ditambah dengan cincangan sisasayuran, seperti kangkung, sawi dan daun kelor. Setelah tiga bulan, hasil panen dari kolam kecil pertama berisi 100 bibit lele itu dirasa terlalu banyak untuk keluarga dan akhirnya ia jual ke teman-temannya. “Ternyata banyak yang mau beli lele saya. Mereka juga bilang, lele dari kolam saya tidak selendir dan seamis lele yang ada di pasaran. Rasa dagingnya juga lebih manis dan enak,” kata Desi bangga.

Desi menyadari penggantian pakan juga berpengaruh pada hasil panen. “Bibit lele yang diberi pakan pabrikan lebih cepat tumbuh karena nutrisinya lebih lengkap. Jika diselingi dengan pakan sayuran, kadang panen bisa mundur sekitar satu bulan, tergantung kualitas bibit juga. Saya tetap menggunakan pakan sayuran untuk mengurangi biaya pakan dan memastikan kualitas lele tetap bersih dan sehat,” kata Desi.

Desember 2002 lalu, Desi berkesempatan mengikuti kelas Pembekalan Kewirausahaan Tahap Awal Perorangan dari BBPPK & PKK Lembang. Di awal, ia mengajukan proposal untuk beternak ayam joper. Namun, setelah dijalankan, ternyata ia kesulitan mendapatkan bibit ayam joper yang harus dibeli dari Jawa dan menggantinya dengan ayam putih. Di sisi lain, ia masih harus belajar banyak tentang sistem peternakan ayam. “Sambil terus belajar, saya mengembangkan kolam lele yang sudah lebih dulu ada,” kata Desi yang kini sudah memiliki tiga kolam lele dan 2 keramba lele masing-masing berisi 500 ekor.

Seusai pelatihan, Desi langsung membereskan pencatatan keuangan usaha. “Sebelumnya saya tidak punya buku kas, karena merasa ini hanya untuk konsumsi keluarga. Sekarang, semua pengeluaran dan pendapatan dari budidaya lele sudah harus dihitung karena sudah menjadi usaha,” kisah Desi sambil tergelak.

Sebelum ikut pelatihan, Desi mengakui ia belum paham cara yang efektif untuk memasarkan hasil ternak lele. Ia lalu mulai menerapkan ilmu pemasaran dari pelatihan dengan menawarkan lele lewat WhatsApp grup dan Facebook pribadi. “Saya juga bergabung dengan grup Facebook Informasi Kabupaten Bengkayang dan menawarkan produk di sana. Banyak pesanan dari grup itu,” ujar Desi yang setiap panen lele sekitar 100kg selalu habis terjual.

Desi juga menawarkan nilai tambah untuk pembelinya. Di Bengkayang, harga rata-rata lele Rp25ribu per kilogram. Namun, ia berani menjual dengan harga lebih tinggi, Rp30ribu per kilogram. “Setiap pembelian di atas 2 kg akan mendapatkan gratis pengiriman. Saya memberikan layanan tambahan dengan biaya bagi pembeli yang minta ikannya dibersihkan,” kata Desi yang kini juga mulai membangun satu kolam untuk budidaya ikan nila sambil terus mencoba memperbaiki sistem peternakan ayam putih.

Di Bengkayang, lele umum diolah sebagai lauk, seperti lele goreng, atau diawetkan menjadi salai (ikan asap). Salai ikan lele biasanya ditumis atau diolah dengan bumbu asam pedas. Selain perorangan, pelanggan Desi juga berasal dari warung pecel lele dan katering.

Ia selalu ingat pesan trainer saat di kelas. “Di antara sekian banyak jenis usaha serupa, kita harus bisa membuat usaha kita tampil seunik mungkin untuk menarik perhatian calon pembeli. Di Bengkayang, banyak yang budidaya lele, tapi masih menggunakan pakan dengan kotoran hasil ternak ayam. Pesan itu membuat saya selalu yakin, walau harga lele saya lebih mahal, kualitas yang baik akan tetap bisa bersaing di pasaran dan terus menarik pelanggan baru,” kata Desi tegas.

Cerita dari Lembang : Ikan Tuna Segar untuk Pasar Makassar

Cerita dari Lembang : Ikan Tuna Segar untuk Pasar Makassar

Penulis & Trainer Kontributor: Rahma Wulandari

Pengalaman bertahun-tahun menjadi karyawan membuat Ardi, asal Makassar, lebih berani terjun menjadi wirausaha. Pria ini memberanikan diri masuk ke pasar ikan tuna segar. “Saya mendapatpasokan produk tuna segar sisa ekspor dari distributor di Makassar. Walaupun harganya lebih tinggi dibandingkan ikan lain, kualitasnya terjamin,” ujar Ardi yang berlatar belakang sarjana pertanian.

Ia mengawali usaha dengan peralatan seadanya. Berbekal satu freezer untuk menyimpan stok ikan, dan dibantu oleh istri dan seorang keponakannya untuk membantu mengolah ikan tuna, Ardi mulai menawarkan produk tuna segar ini lewat keluarga dan WhatsApp grup. Produk dikirim langsung dengan jasa ojek online untuk memastikan kesegarannya. “Pembeli Tuna Abbasy rata-rata masih perorangan untuk konsumsi keluarga. Pelanggan tetap kami berasal dari komunitas dokter dan komunitas olahraga yang sudah yakin bisa merasakan banyaknya manfaat kesehatan dari konsumsi ikan tuna.”

Selain tuna loin, tetelan ikan tuna juga cukup laris untuk diolah menjadi abon tuna atau digiling menjadi isian camilan khas Makassar. Ardi juga mencoba mengembangkan produk baru. “Istri saya mencoba mengolah fillet tuna menjadi nugget tuna dan ternyata ada peminatnya.” Namun, yang paling laris tetap tuna loin. Di awal usaha, Ardi bisa menjual sekitar 150kg tuna fillet dan saat ini rata-rata penjualan sudah meningkat menjadi 250kg per bulan.

Ardi selalu berusaha menjaga kesegaran produknya. “Tuna Abbasy tidak menggunakan pengawet. Ikan bisa bertahan segar hingga tiga bulan selama disimpan beku di bawah suhu 18 derajat celcius,” kata Ardi. Setelah mendapat tambahan modal seusai mengikuti kelas Pembekalan Kewirausahaan Tahap Awal Perorangan dari BBPPK & PKK Lembang pada Desember 2020, Ardi langsung membeli alat-alat baru untuk mengolah ikan tuna, termasuk dua freezer. “Ini berguna sekali untuk memastikan ketersediaan stok.”

Selain itu, ia juga memperbaiki kemasan produk dengan tambahan stiker berlogo. Banyak pembeli baru yang tahu produk Tuna Abbasy dari melihat kemasan itu. Pembeli baru masih lebih banyak datang berkat promosi dari mulut ke mulut. Pelanggan yang puas dengan kesegaran produknya dengan senang hati merekomendasikan Tuna Abbasy ke teman-teman mereka.

Dari pelatihan, ia juga menyadari adanya potensi pemasaran lewat online dan menambah varian ukuran kemasan. “Sepulang pelatihan, saya mulai membuat materi promosi online dan akun Instagram. Varian kemasan tuna loin juga ditambah dengan ukuran 500 gram seharga Rp25ribu-Rp30ribu agar bisa lebih terjangkau untuk pembeli dengan bujet terbatas. Selama ini, kami hanya menyediakan kemasan 1kg,” kata Ardi yang mengakui memang sebelumnya baru menyasar pembeli dari kalangan menengah ke atas

“Saat ini saya ingin segera bisa mengurus izin BPOM agar bisa memperluas pasar ke restoran. Sudah banyak permintaan tuna loin untuk bahan baku sashimi di restoran. Saya berharap bisa menaikkan penjualan hingga 500kg per bulan,” katanya mantap.