Select Page

Penulis: Rahma Wulandari

Trainer kontributor: Gadis Triwahyuni

Bagi sebagian orang, selain kehilangan pendapatan, ternyata pandemi juga menciptakan kesempatan baru. Setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai katering di Jakarta, Idrus, memutuskan pulang ke kampung halamannya di Sukabumi. Melihat warga desanya yang masih mayoritas bertani, ia melihat peluang usaha sebagai pengepul sayuran. Berbekal modal patungan dengan dua orang temannya sebesar Rp40juta, ia mulai membeli bibit dan merintis usaha sayuran.

“Di awal, kami mengerjakan semuanya sendiri dan pendapatan bersih dibagi tiga. Kami juga memakai jasa pekerja lepas lima orang untuk membantu pekerjaan saat panen. Sekarang kami sudah punya dua karyawan dengan penghasilan tiap minggu sekitar Rp1 juta. Untungnya memang masih tipis, tapi sudah bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan harian,” kata Idrus.

Setelah sukses dengan jagung, Idrus mulai menambah jenis sayuran, seperti terong, buncis, kacang panjang, dan beberapa jenis umbi-umbian yang ia sesuaikan dengan suplai dari petani. “Jika suplai macet, seperti saat ini pasar timun sedang anjlok, saya segera mengganti dengan jenis lain. Saya memasarkan sayuran ini ke pasar tradisional di Tanah Tinggi, Tangerang serta ke pengecer dan pedagang keliling di Sukabumi.”

“Kini saya juga sudah bisa menghitung harga pokok penjualan dan menetapkan harga penjualan setiap produk yang lebih layak dan tidak hanya balik modal saja. Keuntungan pun mulai terasa. Saya belajar hal ini dari kelas Pembekalan Kewirausahaan Tahap Awal Perorangan dari BBPPK & PKK Lembang, November 2020 lalu. Selain itu, saya juga telah tertib merapikan pencatatan keuangan dan inventarisasi barang per minggu. Hingga, saya sudah tahu detail laba per barang,” ujar Idrus.

Ia mengakui, keuntungan dari berjualan sayuran memang tampak sedikit jika tidak dalam kuantitas besar. “Saya masih terkendala modal karena harus membayar pembelian awal sayuran secara tunai kepada para petani. Tapi perlahan, saya akan mencoba memperluas penjualan ke pasar-pasar tradisional di daerah lain,” katanya bersemangat.