Penulis: Rahma Wulandari

Trainer kontributor: Sandy Dwiputra

Keisengan semasa kuliah membuat camilan rempeyek dan bawang goreng ternyata bermanfaat untuk menambah penghasilan Yulis Supriyatin saat telah berumahtangga. Rasa rempeyek buatannya ternyata disukai oleh teman-temannya sesama guru di sebuah SD Negeri di Jakarta Timur.

Sejak awal 2019, pesanan terus berdatangan hingga ia mulai memiliki kepercayaan diri untuk menerima pesanan katering yang datang dari lingkungan sekitarnya. Dengan waktu yang terbatas, karena masih bekerja sebagai guru, Yulis kerap kewalahan menangani pesanan sendirian. “Saya pernah memasak sampai jam 2 dinihari. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk merekrut kru untuk membantu,” ujar Yulis. Ia tak mengira ternyata usahanya juga bisa membuka lapangan kerja untuk tetangga dan kerabatnya yang terdampak pandemi. “Saat ini Katering Dapur Cikgu sudah punya 7 kru,” Yulis berucap dengan penuh syukur.

Yulis juga terus mencari kesempatan untuk menambah ilmu dengan mengikuti berbagai pelatihan, seperti Pembekalan Kewirausahaan Tahap Awal Perorangan dari BBPPK & PKK Lembang. “Ternyata pengeluaran–sekecil apa pun itu–harus dicatat agar keuangan usaha bisa terkendali. Dari pelatihan kewirausahaan, saya jadi paham harus menghargai waktu saya dan mulai menggaji diri sendiri sebagai pemilik usaha.”

Sepulang dari pelatihan, Yulis mulai menerapkan ilmu yang ia dapat di kelas, terutama manajemen waktu dan SDM. Sebelum pelatihan, ia mengakui dirinya termasuk tipe pengontrol yang ketat. “Saya mulai memberi jarak agar kru bisa bekerja lebih nyaman dan leluasa, juga untuk menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Saya cukup membagi tugas dan mengatur belanja bahan. Saat ini, penggunaan anggaran belanja sudah terkendali dengan sendirinya. Proses masak hingga pengiriman katering juga sudah berjalan dengan baik, meski saya tidak ada di tempat,” Yulis berkisah.

Dengan cara itu, ia memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada strategi pemasaran dan distribusi termasuk membuka peluang reseller untuk produk barunya berupa frozen risoles dan kebab, dan menangani pesanan yang masuk lewat Instagram @dapurcikgu_

Selain itu, ia juga langsung memperbaiki kemasan produknya agar tampil lebih apik. Pemasaran kateringnya terus berkembang dari mulut ke mulut dan mendapatkan pesanan dari berbagai lembaga. Ia bahkan mendapat kesempatan untuk berbagi tips memasak di sebuah acara televisi swasta

Hingga awal tahun 2021, Yulis bersyukur penghasilannya dari usaha katering terus beranjak naik. Ia bahkan cukup optimis untuk fokus mengembangkan usahanya. “Jika situasi pandemi berubah, skema work from home berakhir dan harus kembali mengajar di kelas, sepertinya saya akan berhenti menjadi guru honorer dan tak lagi menanti kesempatan tes CPNS. Saya ingin fokus mengembangkan usaha katering saja.”

%d bloggers like this: