Saat saya mengajar crochet, pertanyaan paling dasar yang sering ditanyakan oleh para peserta adalah soal benang. Benang apa yang cocok untuk membuat topi? Benang apa yang cocok untuk membuat tas? Benang apa yang cocok untuk membuat ini, itu, dan sebagainya. Sebenarnya pemilihan benang untuk berbagai produk adalah murni sesuai kesukaan crafter saja. Namun, untuk para crocheter pemula, saya akan membagikan tips jenis benang (bukan merk) dan kegunaannya.

1. Benang polyester
Benang polyester atau poly mempunyai tekstur seperti plastik. Memotong benang ini pun tidak bisa memakai gunting biasa, namun memakai korek api. Oleh karena itu disarankan untuk sangat berhati-hati saat memotong benang, jauhkan ujung benang yang masih panas dari kulit tangan atau kaki. Biasanya banyak dipakai untuk membuat tas, dompet, tempat pinsil, sandal atau sepatu, bungkus tablet/ipad/handphone, dan keranjang (double benang).

2. Benang katun bali
Benang katun bali adalah jenis benang yang amat umum ditemukan di toko benang mana pun di Indonesia ini. Benang ini cukup tipis dan biasanya digunakan untuk membuat taplak (doily), asesoris rambut, ornamen, asesoris kalung atau gelang, dompet, bungkus tablet/ipad/handphone, dan tas kecil. Agar lebih bagus dan kokoh, jangan lupa memberikan lining atau pelapis dalam pada produk tas atau dompet Anda

3. Benang katun lembut (soft cotton) big ply
Benang katun lembut (soft cotton) dengan big ply atau lembaran yang cukup banyak adalah benang favorit saya saat mengajar crochet. Lembarannya yang banyak dapat melatih motorik tangan murid-murid crochet saya. Barang yang dapat dibuat dari benang katun lembut antara lain topi atau topi kupluk (beanie), keranjang (double benang), amigurumi (boneka rajut), dompet, bungkus tablet/ipad/handphone, tas, rompi (vest), scarf, asesoris rambut, ornamen, asesoris kalung atau gelang. Agar lebih bagus dan kokoh, jangan lupa memberikan lining atau pelapis dalam pada produk tas atau dompet Anda

4. Benang akrilik
Benang akrilik adalah benang yang cukup panas oleh karena itu tidak disarankan membuat pakaian atau wardrobe yang dipakai di Negara tropis seperti Indonesia. Benang akrilik dapat dipakai untuk membuat scarf, rompi, asesoris rambut, ornament, asesoris kalung atau gelang, topi atau beanie, tas, dompet dan amigurumi. Agar lebih bagus dan kokoh, jangan lupa memberikan lining atau pelapis dalam pada produk tas atau dompet Anda

5. Benang wool
Benang wool adalah benang yang sangat hangat dan cocok digunakan di Negara atau tempat dingin. Selain itu, dari benang ini dapat dibuat felt dengan cara menusuk-nusukkan jarum felt ke barang yang sudah jadi hingga permukaan barang terlihat halus dan hampir tak terlihat bekas rajutannya. Yang dapat dibuat dari benang wool adalah topi atau topi kupluk, amigurumi, dompet, tas, bungkus tablet/ipad/handphone, sweater. Agar lebih bagus dan kokoh, jangan lupa memberikan lining atau pelapis dalam pada produk tas atau dompet Anda

6. Benang nylon
Benang nylon mempunyai tekstur yang hampir mirip dengan benang poly, namun nylon terlihat lebih lentur dan lembut. Biasanya benang nylon dipakai untuk membuat tas, dompet, sandal dan sepatu. Agar lebih bagus dan kokoh, jangan lupa memberikan lining atau pelapis dalam pada produk tas atau dompet Anda.

7. Benang jute
Benang jute dibuat dari serat alami. Pilihlah benang jute yang kokoh agar hasil rajutan tidak rapuh. Benang jute dapat dibuat menjadi tas, tatakan piring, dan keranjang. Agar tangan anda tidak sakit saat menggunakan benang jute, pakailah hakpen dengan bantalan karet dengan posisi tangan seperti memegang pisau (knife grip)

Itulah 7 jenis benang yang umum dijumpai di Indonesia. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan penjual benang langganan Anda mengenai jenis benang dan ukuran hakpen yang dipakai agar hasil crochet Anda bisa lebih bagus lagi dan berharga jual tinggi. Selamat berkarya!

 

(Dyah Ekarini/crochet tutor)

%d bloggers like this: