Membuat PEWARNA ALAM untuk Ikat Celup

Oleh: Eleonora M.G, Universitas Negeri Jakarta

Sejarah Zat Pewarna Alam
Nenek moyang bangsa Indonesia pada tahun 1856 telah menggunakan Zat Pewarna Alam (ZPA) jauh sebelum Zat Pewarna Sintesis / kimia digunakan.
Penelitian di Indonesia saat ini tentang bahan ZPA sebagai pewarna telah menghasilkan hampir 200 jenis yang terdiri dari tumbuhan, hewan dan mineral. Hasil yang diperoleh beragam sehingga menghasilkan warna yang sangat kaya.

Kelebihan Zat Pewarna Alam
• Hasil warna bersifat unik dengan value dan intensitas yang beragam
• Tergolong produksi bersih yang ramah lingkungan
• Intensitas warna menyehatkan kornea mata
• ZPA mengandung ‘anti oksidan’

Kekurangan Zat Pewarna Alam
• Proses pencelupan rumit dilakukan 20- 30 kali celup
• Warna yang dihasilkan sangat tergantung pada unsur pemanenan bahan ZPA, air yang digunakan, cuaca
• Hasil ekstraksi ZPA mudah ditumbuhi jamur
• Hasil pewarnaan tidak stabil karena tergantung kualitas bahan ZPA, proses pembuatan larutan ZPA , penyimpanannya

RAGAM TUMBUHAN PEWARNA ALAMI & JENIS WARNANYA

 

Alat dan Bahan

ALAT
• Kompor
• Panci / pot
• Saringan
• Parutan
• Ember, baskom
• Pisau
• Pengaduk kayu/bamboo
• Gayung
• Cobek + penumbuk (opsional)
• Sarung tangan (opsional)

BAHAN
• Air
• Garam
• Cuka
• Kunyit
• Teh Kantung merah/coklat(6-10 kantung)
• Daun mangga (min 35 lbr)

Subtotal berat ZPA = 0,4 kg atau diperkirakan secukupnya

 

Tahapan Pembuatan Zat Pewarna Alam
1. Ekstraksi (bahan selain indigofera/nila)
2. Fiksasi

Proses Ektraksi
1. Persiapkanlah alat dan bahan
2. Ambil ZPA yang akan digunakan
3. Untuk ZPA dari tanaman bisa dicuci terlebih dahulu
4. Ambil bahan ZPA yang telah dicuci
5. Buanglah kulit untuk kunyit, tangkai daun untuk daun
6. Timbang bahan ZPA sebanyak 0,4 kg
7. Rebus dengan air sebanyak 2 liter
8. Tunggu selama 1 jam sampai air mendidih dan menyusut smpai 0,5 liter
9. Matikan kompor dan saring untuk diambil larutan ekstraknya
10. Larutan ekstrak didinginkan dan siap digunakan

Proses Fiksasi
1. Persiapkanlah larutan ekstraksi, masukan air kurang lebih 500 ml, didihkan, masukan bahan kain yang telah diberi pola dengan diikat/ dijahit, masak hingga mendidih
2. Campurkan dengan fiksasi asam cuka atau fiksasi lain yang ada (tawas/kapur tohor/tunjung)
3. Aduk, lalu celup dan angkat kain
4. Rendam selama 1-3 jam atau sampai meresap dan warna yang diinginkan terlihat
5. Bilas dengan air dingin
6. Jemur kain , setelah kering setrika agar rapih

 

Referensi:
Eksplorasi & Implementasi Pewarnaan Alam di Kertas dan Kain (Cut Kamaril Wardani) Diselenggarakan di Jakarta, 27-29 Agustus 2014, Jurusan Seni Rupa, FBS-UNJ
https://www.youtube.com/watch?v=WqQb2TraAxg&t=13s
https://www.youtube.com/watch?v=CejVuJK9jL8&t=29s
https://www.youtube.com/watch?v=fImpanUPjS8&t=24s
https://www.youtube.com/watch?v=kt_W6NIgdq0&t=66s
• Pinterest.com

Comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *