Membuat Wadah Serbaguna ala Zero Waste

Membuat Wadah Serbaguna ala Zero Waste

 

Oleh : Hasbiya Rizqi, Universitas Negeri Jakarta

Banyak limbah kaleng dan kertas yang terbuang karena hanya digunakan sebagai barang sekali pakai saja. Padahal masih bisa dimanfaatkan sebagai barang yang layak pakai. Dengan membuat tempat pensil dari kaleng dan koran bekas ini, kita sudah melaksanakan salah satu kegiatan zero waste. Selain itu, kreativitas kita juga dapat terlatih dengan kegiatan melukis dan menghias kaleng bekas.

Alat & Bahan

● Kaleng bekas

● Koran bekas

● Mod Podge/Lem PVC (Fox)

● Cat Akrilik (warna bebas sesuai keinginan)

● Kuas Lukis

● Kuas Lem/Kuas busa

● Gunting

● Penggaris

● Pensil/spidol

Proses Pembuatan:

1. Tandailah koran dengan spidol/pensil dan penggaris secara vertikal, pastikan lebar koran yang ditandai ukurannya sama. Lalu guntinglah koran yang sudah ditandai tersebut.

2. Pilinlah koran-koran yang sudah digunting secara perlahan. Jangan lupa pada bagian awalan dan akhiran pilinan koran diberikan lem/modpodge agar pilinan tidak mudah lepas. Pilinan koran dibuat sebanyak mungkin disesuaikan dari besar kecilnya kaleng agar bisa tertutup pilinan koran.

3. Ukurlah sisa koran sesuai tinggi kaleng yang akan digunakan. Guntinglah koran tersebut dan pastikan koran dapat menutupi seluruh permukaan kaleng.

4. Lapisi kaleng dengan lem/modpodge lalu tempelkan koran yang sudah dipotong tadi pada permukaan kaleng. Tunggu 5 menit sampai lem mengering.

5. Setelah lem kering, lapisi kembali kaleng yang sudah ditempel koran dengan lem/modpodge lalu tempelkan pilinan koran yang sudah dibuat sebelumnya. Pastikan pilinan koran menempel dengan kuat.

6. Sebelum dicat, pastikan seluruh lintingan koran sudah menempel dengan kuat. Berikan sedikit tekanan pada lintingan koran yang sudah menempel pada kaleng dengan menekannya menggunakan jari dan menekannya pada permukaan datar.

7. Buatlah ornament tambahan menggunakan sisa lintingan koran yang telah dibuat sebelumnya dengan cara membuat pola melingkar dan diberi lem pada saat dilingkar.

8. Berikan lem pada bagian kaleng yang ingin ditempelkan ornament dengan menggunakan kuas lem, lalu tempelkanlah ornament yang sudah dibuat.

9. Setelah pilinan koran dan ornament ditempel selanjutnya adalah melapisi pilinan koran dengan cat putih. Gunakan cat akrilik dan kuas khusus cat untuk melakukan proses ini, cat juga bisa diberikan sedikit air agar lebih mudah merata keseluruh permukaan kaleng. Tunggulah 5-10 menit sampai cat mengering.

10. Selanjutnya adalah menutupi lapisan cat putih dengan warna sesuai keinginan. Teknik melukis bisa menggunakan teknik gradasi maupun bloking. Setelah selesai, tunggulah sekitar 10-15 menit sampai cat mengering.

11. Proses terakhir adalah memberikan pernis pada kaleng yang sudah di cat. Dengan pemberian pernis ini cat akan semakin awet dan memberikan warna semakin berkilau. Tunggulah sampai pernis kering sekitar 15-30 menit.

12. Kaleng siap digunakan untuk berbagai keperluan.

 

Video Proses Pembuatan dapat dilihat disini : https://youtu.be/t8rqcT_mSKk

 

Referensi:

● Inspirasi. (2014). Kerajinan Membuat Tempat Pensil Cantik dari Kaleng Bekas. http://ragam-kerajinantangan.blogspot.com/2014/12/kerajinan-membuat-tempat-pensil-cantik.html

Serunya Belajar Leather Crafting di Jepang

Serunya Belajar Leather Crafting di Jepang

Ditulis oleh: Joshua Kristanto, Pemenang DBS x WEWO Challenge

Bercita-cita untuk belajar leather crafting langsung dengan leather artisan ialah suatu mimpi bagi saya sebagai seorang mahasiswa di salah satu universitas di jakarta yang memiliki hobi unik, yaitu leather crafting. Dan berkat DBS x Wewo Challenge kini saya bisa memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan Leather Artisan di Jepang.

 

Pada Tanggal 30 Desember 2017 lalu saya memiliki kesempatan untuk mengikuti private class selama satu hari dengan leather artisan di Jepang yang bernama Tetsuya Okada (instagram: @okadatools). Okada san memiliki pengalaman selama 20 tahun di bidang leather crafting dan beliau memulai perjalanannya sebagai hobi pada awal mulanya. Hingga suatu hari akhirnya Okada san berpikir bahwa leather crafting tidak lagi bisa dianggap sebagai hobi maka beliau pun memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai arsitek dan belajar leather crafting di Fujii Bagu Store. Kemudian pada bulan Mei tahun 2000 Okada san membuka *workshopnya sendiri di Tabata, Tokyo dan kini pun saya belajar di tempat beliau.

 

*https://www.google.co.jp/maps/place/Okadakaban+School/@35.7428257,139.7595565,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x60188de8be1ba8cd:0xae44c9718429a1a3!8m2!3d35.7428257!4d139.7617452!5m1!1e2 < google maps tempat workshop Okada San

 

Tempat Workshop Okada San

Tempat Workshop Okada San_1

 

WORKSHOP SESI PERTAMA

Private class bersama beliau, kali ini saya diajarkan untuk membuat long wallet dengan material kulit sapi jenis Vegetable Tanned dari tannery Badalassi Carlo, Italy, yaitu Pueblo. Private Class bersama Okada san memiliki total durasi waktu yaitu 6 jam dan dibagi menjadi 2 sesi. Pada sesi pertama saya belajar untuk mengenal lebih dalam lagi dengan material-material kulit dari Italia dan bagaimana cara memilih bagian kulit terbaik untuk diolah menjadi produk. Kemudian saya diajarkan langsung cara menggunakan peralatan-peralatan kulit pada umumnya. Di sini pun saya menjadi mengerti bahwa peralatan kulit di Indonesia tidak jauh berbeda dengan yang ada di Jepang, kecuali beberapa peralatan tertentu. Seperti pisau di Jepang memiliki bentuk yang berbeda dengan pisau kulit pada umumnya. Sehingga pertama-tama saya diajari cara memegang dan memotong kulit dengan benar menggunakan pisau tersebut. Tidak hanya diajarkan cara memakai pisau saya juga diajarkan peralatan lainnya seperti peralatan mesin kulit yaitu mesin skiving yang memiliki fungsi untuk mengikis pinggiran kulit dan juga mesin splitter kulit yang berfungsi untuk menipiskan ketebalan kulit dari ketebalan besar menjadi ketebalan yang tipis.

Meja tempat saya membuat kulit bersama okada san.

Meja Saya tempat membuat kulit_2

Begitu saya memahami cara pemakaian seluruh peralatan. Kini pun beralih kepada sesi kedua, yaitu belajar membuat dompet tipe long wallet. Namun sebelum memulai sesi kedua Okada san memberikan nasihat bahwa sebagai crafter harus selalu memikirkan 3 tahapan yaitu: Planning, Creation, and Application. Planning ialah tahap perencanaan, di mana pada tahap ini seorang crafter perlu merencanakan barang yang akan dibuat dari segi desain, kegunaan/fungsi barang tersebut dan sampai ke material bahan baku. Creation ialah tahap pembuatan dari apa yang sudah direncanakan menjadi barang jadi. Tahap terakhir, yakni Application ialah tahap dimana barang yang sudah jadi haruslah ditest terlebih dahulu fungsinya apakah sudah sesuai atau tidak dengan apa yang direncanakan oleh crafter. Di akhir nasihat pun okada san memberikan sebuah kutipan yang berkaitan dengan ketiga tahapan yang beliau ajarkan yaitu “he who works with his hand and his head and his heart is an artist” disini lah saya mengetahui tingkat keseriusan okada san terhadap leather crafting.

Beberapa peralatan sudah ada tersedia di meja

Beberapa peralatan sudah tersedia di meja_3

(more…)

VRadio Visit: Workshop Furoshiki

VRadio Visit: Workshop Furoshiki

Siang ini WEWO diundang oleh VRadio Visit with Fujifilm Astalift Photogenic Beauty untuk Workshop Furoshiki (teknik membungkus dari Jepang) bersama karyawan J Trust Bank di Sahid Sudirman Center, Jakarta. Seru!

Jadwal Festival Dongeng Internasional Indonesia 2017

Jadwal Festival Dongeng Internasional Indonesia 2017

Ayo ajak si kecil dan seluruh keluarga ke Festival dongeng tahunan terbesar di Asia Tenggara yang ke 6, Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2017. Menghadirkan para pendongeng terbaik Indonesia maupun internasional dari berbagai negara yang siap menghibur Anda sekeluarga.

Agar semakin mudah dan nyaman menikmati kegiatan FDII 2017, berikut di atas adalah jadwal lengkap Pertunjukan Gratis, Pertunjukan Spesial dan Workshop-workshop seru yang bisa disimpan di handphone Anda. FDII 2017 akan berlangsung pada akhir pekan ini, Sabtu-Minggu, 4 – 5 November berlokasi di Perpustakaan Nasional RI (baru), Jl Merdeka Selatan no 11, Jakarta. Jangan sampai dilewatkan!

Anda juga bisa mengunduh Booklet Acara, klik https://ayodongengindonesia.com/

 

Jadwal Lengkap FDII 2017_1